Sabtu, 11 Agustus 2012

sejarah lagu timur tengah (padang pasir)



Perkembangan Musik Arab
Musik Arab diyakini telah berkembang sejak abad 3 M, budaya musiknya merupakan perpaduan dari tradisi music dinasti Sassanid di Persia (224-641), tradisi music Byzanttium (awal abad 4- 6 M), dan nyanyian religi dari daerah Semenanjung Arab. Puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al Rasyid (766-809) di Bagdad, Irak. Beliau dikenal sebagai pelindung seni music tradisi Arab . Ahli teori music yang terkenal adalah Al Farabi dan Avicenna.

Abad XX
Awal Formasi Sekuler

Musisi di Aleppo (kota kedua setelah Damaskus, Suriah), 1915.
Pada Abad XX, Mesir adalah negara pertama yang memiliki perkembangan kemerdekaan, setelah lebih dari 2000 tahun di bawah penjajahan negara lain. Musik Turki, terkenal selama Kerajaan Ottoman, kemudian diganti dengan musik nasional. Kairo menjadi pusat perkembangan musik baru.
Salah seorang penyanyi wanita yang sekuler adalah Umm Kulthum, kemudian diikuti oleh penyanyi Lebanon bernama Fairuz. Keduanya menjadi terkenal selama Abad XX dan merupakan penyanyi legendaris dari Musik Arab.
Pengaruh Musik Barat
Sekitar tahun 1950 hingga 1970, Musik Arab mulai nuansa barat seperti halnya dengan Abdel Halim Hafez. Setelah tahun 1970 beberapa penyanyi merupakan perintis Musik Pop Al Arabia, umumnya dengan gaya barat namun dengan alat musik dan syair arab. Sehingga terjadi campuran antara Barat dan Timur.
Setelah tahun 1990 muncul beberapa artis dengan gaya campuran Barat dan Timur seperti Amr Diab, Najwa Karam, Samira Said, Hisham Abbas, Angham, Asalah Nasri, Kadhem Al Saher, Mostafa Amar, Nawal Al Zoghbi, Ehab Tawfik, Mohamed Fouad, Diana Haddad, Mohamed Mounir, Elissa, Latifa, Cheb Khaled, George Wassouf, Hakim. Mungkin nama-nama ini masih asing bagi kita.
Tahun 1996, Amr Diab - dengan lagu Habibi ya Nour El Ain, merupakan sukses besar di Timur Tengah bahkan di dunia bagi orang arab.


Jazz Al Arabia
Jazz yang melanda dunia, juga masuk di Timur Tengah, dan muncul istilah Jazz Al Arabia. Awalnya alat musik Saxophone diperkenalkan oleh musisi Samir Suroor, tentunya dengan gaya oriental. Permainan Saxophone ini terlihat pada lagu-lagu Abdel Halim Hafez, dan juga pada Kadim Al Sahir dan Rida Al Abdallah. Hal ini terlihat jelas pada Rahbani Bersaudara. Juga pada Fairuz yang diciptakan oleh anaknya bernama Ziad Rahbani, yang juga sebagai perintis jazz oriental, terlhat dalam penampilan Rima Khcheich, Salma El Mosfi, Latifa. Banyak karya musisi Mohamed Mounir yang keluar pada tahun 1977.

Jazz Al Arabia juga berpengaruh pada musik jazz pada Avad XX, yaitu:
*       Gaya Moda dari Anouar Brahem dan Rabih Abou Khalil
*       Gabungan suara elektronika dari Dhafer Youssef
*       Gaya pop jazz dari Titi Robin dan Toufic Farroukh
*       Gaya akustik muda dari Hamdi Makhlouf, Amine dan Hamza M'raihi, dan Jasser Haj Youssef
Musik Rock Al Arabia
Tahun 1950 Musik Rock melanda dunia, termasuk pada Musik Al Arabia. Hal ini terlihat pada kelomok Musik Rock Al Arabia yang mencamplurkan dengan Musik Heavy Metal, Musik Alternatif Rock, berdasarkan nuansa Al Arabia.
Musik Rock Al Arabia menjadi perhatian kelompok musik di Timur Tengah seperti JadaL dan Akher Zapheer dari Jordania, Mashrou' Leila dan Meen dari Lebanon, Massar Egbari, Sahara rock band, Wyvern dan Cartoon Killerz dari Mesir, Khalas dan Chaos band dari Palestine dan Acrassicauda dari Irak. Band Hoba Hoba Spirit dari Maroko juga terkenal di wilayah Maghrebi. Sedangkan Rachid Taha dari Aljazair memainkan campuran Musik Rock dan Musik Rai.

    Ragam Musik
a.   Nyanyian Religi, diambil dari Al Quran, berbentuk music qasidah.
b.  Music Rakyat, music tradisi rakyat ini banyak ditemui di sepanjang daerah Arab, kaya akan permainan drum perkusi,dan nada pentatonic.
c.   Nyanyian Populer
Music Arab Populer merupakan perpaduan dari music Religi, dam music Rakyat ditambah iringan keyboard elektrik yang khas.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar